Dia menyebutkan, selama dua hari terakhir sedikitnya ada 14 wisatawan pantai Teluk Penyu yang diketahui telah disengat ubur-ubur. Pada Selasa (21/8), ada 10 wisatawan yang mendapat pengobatan, sedangkan pada Rabu (22/8) ada 4 orang.
''Jumlah itu adalah jumlah warga yang melapor dan meminta pengobatan. Kemungkinan ada juga pengunjung lain yang disengat ubur-ubur ini, namun tidak melapor karena akibat sengatan ini dinilai tidak terlalu menyakitkan,'' katanya.
Salah satu korban yang sampai pingsan akibat sengatan ubur-ubur ini, dialami oleh Tika (14), wisatawan asal Surabaya yang sedang mudik ke Purwokerto dan berwisata ke Pantai Teluk Penyu Cilacap, Selasa (21/8). Dari Pantai Teluk Penyu, dia dan keluarganya pergi ke Pantai Karang Bolong Pulau Nusakambangan yang berada di seberang Pantai Teluk Penyu.
''Ketika sedang berjalan-jalan di Pantai Karang Bolong yang berpasir putih, dia tiba-tiba menjerit dan kemudian jatuh pingsan. Seketika itu, keluarganya memanggil tukang perahu dan membawanya kembali ke Pantai Teluk Penyu,'' jelas Bagus.
Korban kemudian dibawa petugas, menuju ambulan yang disiagakan di pintu gerbang Pantai Teluk Penyu. Sesaat setelah mendapat pertolongan, korban akhirnya siuman.
Sengatan hewan yang oleh warga Cilacap disebut binatang Krawe itu, menurut Bambang, memang bisa menimbulkan rasa sakit luar biasa. ''Bagi orang tertentu, rasa sakitnya bisa sampai ulu hati hingga menyebabkan pingsan. Namun bagi orang lain, bisa juga hanya menimbulkan rasa panas dan sakit di sekitar bagian tubuh yang disengat,'' tambahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar